Tari Modern

TARI MODERN DI AMERIKA

Perkembangan Seni Tari Modern Di Amerika

Pada Rentang Tahun 1913- 1960


  1. Pendahuluan

John Adam; presiden Amerika II (th. 1796 – 1901) adalah orang pertama kali memikirkan kehidupan seni di Amerika. Adam memang belum memikirkan keberadaan seni itu sebagai sebuah propesi yang harus dilepajari secara teknis, tetapi yang menjai pemikirannya adalah : bagaimana sebenarnnya seni yang akan menjadi identitas bangsa Amerika.

John Adam memang menyadari benar; bahwa langkah pemikirannya tentang seni memang tidak harus dipaksakan, mengingat hal ini adanya kendala oleh kondisi dan situasi Amerika yang dalam kecamuk revolosi (tahun 1780).Tetapi dia juga yakin, bahwa dalam kondisi demikian tidak harus mengabaikan pemikiran tersebut. Karena dalam masa yang sulit itu masyarakat Amerika ditantang untuk mampu memberikan penghormatannya terhadap kehadiran sebuah kesenian.

Cita-cita Adam untuk menumbuhkan seni mamang tidak untuk saat itu, tetapi setidaknya akan dirasakan oleh generasi baru, yaitu generasi yang telah merasakan dirinya sebagai bangsa Amerika. Kurang lebih mereka yang hidup pada abad XIX. Karena generasi yang hidup pada masa John Adam merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mengambil stat, yaitu menumbuhkan kesenian yang khas dari bangsa Amerika.

Pada tahun 1900, Henry Adam, salah seorang buyut John Adam merasakan kegagalan atas pendidikan yang telah dilakukan oleh generasi sebelumnya. Dia merasa kecewa, bahwa apa yang telah diharapkan oleh John Adam belum terujud. Tetapi kekecewaan itu mendadak terobati, yaitu ketika di selenggarakan sebuah pameran internasional yang bertempat di New York. Sebuah pameran yang bertajuk: Sexty-Ninth Regiment Armory (Armory Show) pada tahun 1913. Sebuah pemrean seni yang mampu menyingkap kesenjangan seniman-seniman Amerika dan seniman-seniman Prancis. Lukisan atau seni pada umumnya yang di hasilkan oleh seniman Prancis sudah berkembang demikian pesat, bahkan waktu itu menjadi orentasi seni dunia (seni Garda Depan). Karena usaha kreatif yang dilakukan oleh seniman Prancis telah tumbuh sejak 50 tahun yang silam. (Luther S. Luedtke. 1994. 264 – 265)

Kekecewaan byut Adam tersebut memang bisa dimaklumi, karena masyarakat Amerika yang terdiri dari multicultural dan multi etnik itu telah dibayangi oleh berbagai latar belakang mereka masing-masing. Sehingga untuk menumbuhkan budaya baru banyak mendapat kendala non teknis, yaitu faktor-faaktor sosial budaya.

Sehingga dalam proses adaptasi dan asimilasi budaya dibutuhkan sebuah dasar orentasi kebangsaan yang sangat kuat. Dengan demikian satu orang dangan orang lain harus mempunyai keralaan untuk mampu melepaskan rasa kesukuan dan latar belakang budaya komunitasnya.

Pada awal abad XIX itu memang sangat terasa benar, bahwa pertumbuhan seni di Amerika demikan lamban, terlebih pertumbuhan seni tari yang selam itu lebih berorentasi pada kebesaran budaya Prancis, yaitu tari Ballet yang telah berkembang demikian spektakuler sejak pemerintahan raja Henry II . Karena jasa besar dari istrinya, yaitu putri Catherina desentralisasi Menici dari Itali. (Mary Clarke & Clement Grisp. 1981: 7)



  1. Perintis Tari Modern di Amerika

Gerakan kesadaran untuk menumbuhkan seni Amerika memang banyak mendapatkan kendala dari masyarakat. Karena masyarakt Amerika mayoritas adalah para imigran dari Eropa, sehingga cita rasa eropa demikian kental. Sehingga masyarakat masih berorentasi pada seni kebangsawanan yang dibawa dari Eropa, salah satunya adalah tari Ballet.

Tetapi gerakan kesadaran menumbuhkan seni Amerika benar-benar terasa, ketika memasuki dekade tahun 1900, yaitu penari dan koreografer muda mencari orsinalitas yang lebih berorentasi pada “Gerakan” itu sendiri (Movement) sebagai subtansi tari yang tidaktermuat dalam berbagai cabang seni yang lain. Dalam kaitan ini John Martin seorang kritikus seni pertunjukan Amerika menegaskan dalam bukunya: The Modern Dance: gerak adalah pengalaman fisik yang paling elementer dari kehidupan manusia. Gerak tidak hanya terdapat pada denyut-denyut diselruuh tubuh manusia untuk tetap dapat memungkinkan manusia untuk dapt hidup. Tetapi gerak juga terdapat pada espresi dari segala pengalaman emosional manusia. (John Martin. 1965. 8)

Penemuan kesadaran baru dalam seni tari tersebut juga dikeuatkan oleh pandangan estetis, yaitu yang dikemukakan oleh Susanne K. Lenger dalam bukunya yang berjudul: Problems of Art. Dikemukakan sebagai berikut: Gerak tubuh manusia memungkinkan saja diterapkan dalam kehidupan seni, utamanya pada dunia seni tari. Karena kehadiran gerak itu tidak hanya sebagai bentuk mekanis, tetapi ada sebuah mistri yang luas dan luar biasa dalam setiap espresi manusia. Tetapi gerak yang tersaji sebagai bentuk ungkapan itu bukan sebuah dimonstrasi fostural atau menunjukan motorik otot semata. (Susanne K. Lenger 1988: 5).

Semangat tersebut yang mendorong perkembangan tari modern di Amerika, sehingga muncul bentuk-bentuk pertunjukan yang sangat populer dan digemari oleh kawula muda, salah satunya dikenal dengan kehadiran Amerika Dance Theater. Dan New York City Ballet.

Seputulh tahun terakhri awal abad XIX, kemudian muncul koreograrer handal yaitu Ruth St. Denis. Awal sepakterjangnnya di dunia koreografi dimotivasi oleh kemasan (bungkus) rokok yang bergambar Dewi Isis.

Sejak saat itu, Ruth sangat giat berlatih, hingga dia merasa cukup memilik pengalaman teknis dan pengetahuan koreografi. Koreografi yang pertama kali diciptakan adalah mengetengahkan tokoh Dewi Isiis yang dipentaskan tahun 1906.

Kecermerlangannya sebagai koreografer modern mendapat sambutan yang hangat dari masyarakt Amerika, bahkan juga di Eropa di tahun 1910. Karena koreografinya yang sangat menonjolkan kekuatan teknis tari dan kerapian serta gaya ungkap yang sangat khas.

Disamping Ruth St. Denis adalah isaddora Duncan. Dari dua tokoh tersebut tari Modern menjadi milik Amerika

Share on :
Tari Modern
Tari Modern
Reviewed by Robby Hidajat
Published :
Rating : 4.5

No comments:

Post a Comment