Tari Beskalan & Remo

TARI BESKALAN & REMO DI MALANG
Robby Hidajat

Tari Beskalan adalah bentuk tari putri yang bersumber dari tari ritual, khususnya sebagai medium upacara yang erat kaitannya dengan eksistensi bumi atau tanah,yaitu "kesuburan", sekitar tahun 1930-an berkembang menjadi bentuk tari yang berkaitan erat dengan pertunjukan “andong”, sejenis Tayub yang pertunjukan secara berkeliling di desa-desa. Penari yang pernah populer di wilayah Malang Timur (sekitar Tumpang) adalah Rasimoen. Karena dalam pertunjukan "Andong" pada umumnya dimainkan para laki-laki.
Bahkan sebelum tari Remo Surabaya masuk sebagai tari pembukaan pada pertunjukan Ludruk. Di Malang menggunakan tari Beskalan. Tari Beskalan mulai tergeser ketika bentuk tari Remo dari Surabaya mulai populer, yaitu sekitar tahun 1920-an. Menjeleng tahun 1970-an, pertunjukan Tayub mulai mencari alternatif bentuk tari pembukaan,karena selama ini semua pertunjukan tayub di Jawa Timur menggunakan tari Pembuka dengan tari Gambyong.Pada mulanya sebagian menggunakan tari Beskalan, tetapi pada perkembangan selanjutnya tari Beskalan dianggqap sangat sulit, karena tidak mempunyai struktur tari yang sangat ketat, maka berpindah menggunakan remo. Daya tari utama adalah penari wanita yang menarikan atau bergerak secara maskulin, hal ini sangat menarik bagi para penggemar tayub, khususnya di Malang.
1. Pengertian Istilah
Menurut istilah Beskalan berasal dari kata jawa Bit-Kal. Bit, berawal dari kata bibit atau bakal. Kal, berawal dari kata cikal atau awal (kawitan). Pengertian Beskalan yang dipahami memiliki makna awal atau permulaan, pertimbangan itu dikaitkan dengan seni pertunjukan yang erat kaitannya dengan tari Beskalan, yaitu ludruk atau tayub. Pada seni pertunjukan ludruk atau tayub selalu diawali dengan sajian tari Beskalan sebagai tari pembuka
1. Asal Usul Tari Beskalan
Asal usul tari beskalan yang berkembang di malang tidk didapatkan data yang jells, tetapi asal usul itu dapat disimak dari cerita lisan. Yaitu tari Beskalan berkembang sekitar tahun 1920-an, hal ini didasarkan dari cerita lisan penari beskalan senior.
1. Fungsi Tari Beskalan
Tari beskalan adalah salah satu bentuk tari pemujaan leluhur, sebagai ritual pengharapan, pengharapan kesehatan (segerwaras), keselamatan (selamet), dan kesuburan. Maka eksistensi tari beskalan tampak lebih mungkin sebagai media dalam berbagai ritus, bahkan diikuti dengan metodologi yang memberikan dukungan terhadap kelangsungan eksistensinya.
Tari Remo
Tari remo adalah tari putra yang berkaitan dengan pertunjukan ludruk, yaitu berfungsi sebagai tarian pembukaan.
1. Pengertian Remo
1. Remo berarti rambut, karena dalam tari remo ada gerakan yang mempermainkan rambut yaitu salah satunya disebut : tatasan ure rekmo (mengurai rambut).
2. Remo berasal dari kata jawa remong yang artinya : sampur, karena tarian tersebut sangat dominan menggunakan sampur.
2. Asal Usul Tari Remo
Tari remo mulai muncul sejak tahun 1907, penari yang ikut mempopulerkan tari Remo pada Ludruk Malang adalah Said Djayudi. seiring dengan munculnya pertunjukan besud atau besutan. Kemudian berkembang dengan lahirnya ludruk lerok, dan mencapai bentuk kesempurnaan sekitar tahun 1950-an seiring dengan keberadaan pertunjukan ludrug.
1. Fungsi Tari
Tari remo murni merupakan tari pertunjukan, turut berkembang dengan perkembangan besud, dan ludrug.
Share on :
Tari Beskalan & Remo
Tari Beskalan & Remo
Reviewed by Robby Hidajat
Published :
Rating : 4.5

No comments:

Post a Comment