Istilah dan Pengetian Seni Pertunjukan Jawa Kelompok B

Pengertian Istilah

Badui. Sejenis rodhat yang banyak berkembang di daerah Sleman. Penarinya anatar 20 sampai 80 orang saling berpasangan. Penari-penarinya membawa kipas dan sapu tanga. Dialog yang dibawakan berbentuk nyanyian dan sholawat dengan bahsa maupun bahasa Indonesia serta bahasa Jawa. Gerak tarinya dilakukan dengan posisi berdiri. Setiap berganti gerakn dengan tenda peluit yang dibunyikan oleh pimpinan penari itu. Tari Badui dari Sleman pernah mendapatkan juara pertama pada festival tari-tarian rakyat Indonesia di Jakarta pada tahun 1977.
Ballet, Ramayana. Drama tari tanpa dialog Yogyakarta yang membawakan cerita dari epos Ramayana. Istilah balet yang berasal dari bahasa Perancis, ballet mempunyai arti yang sama dengan istilah sendratari. Kata ballet banyak dipergunakan oleh grup-grup tari Ramayana yang menyelenggarakan pertunjukan untuk para wisatawan.
Bango Mate. Ragam gerak dengan tangan kiri ngruji, tangan kanan nyempurit. Seperti gerak seekor burung bango. Gerak ini terdapat pada tari puteri gaya Yogyakarta.
Bangun Siswa. Sejenis Kobra Siswa, di tengah-tengah pertujukan ada demonstrasi akrobatik. Pertunjukannya terdiri dari permaian obor di atas tali yang direntangkan pada dua ujung bambu yang tingginya kurang lebih lima belas meter.
Bapang Dhengklik Keplok Asta Usap Rawis. Tipe tari putera gagah gaya Yogyakarta khusu untuk para jin raksasa yang mempunyai watak tidak baik.
Bapang Dhengklik Keplok Asta. Tipe tari putera gagah gaya Yogyakarta untuk peranan-pranan bala tentara raksasa. Kata dhengklik menunjukan ciri gerak salah satu kaki yang diangkat ke atas dan ditetapkan dengan tekukan lutut dan tekanan. Untuk bala tentara raksasa digunakan posisi tangan yang yang disebut keplok asta yang berarti “bertepuk tangan”
Bapang Kentrog. Tipe tari putera gagah gaya Yogyakarta khusu untuk tari Bugis gaya Yogyakarta. Gerak-geraknya bersumber pada bapang, tetapi ditambah dengan gerak kentrong yaitu gerak meloncat-loncat di atas satu aki.
Bapang Sekar Suhun Dhengklik. Tipe tari putera gagah gaya Yogyakarta untuk peranan-peranan raja raksasa atau pangeran raksasa seperti Prabu Newata Kawaca dan Kumbakarna. Sekar suwun adalah nama posisi lengan yang selalu mengarah ke atas dan yang lain mengarah diagonal ke bawah. Kata dhengklik menunjukan ciri gerak salah satu kaki yang diangkat ke atas ditapakan dengan tekukan dan tekanan.
Bapang Ukel Asta. Tipe putera gagah gaya Yogyakarta khusus untuk dewa yang berwatak humor yaitu Bathara Narada.
Barong. Tokoh binatang dalam Jathilan atau Incling. Barong yang sering disebut barongan ini ditarikan oleh dua orang berkerudung kain atau bagor, sehingga berbentuk binatang besar. Satu orang berada di muka menggerak-gerakkan kepalanya, sedang satunya berada di belakang menggerak-gerakkan pantat dan ekornya. Barongan ini berkepala binatang besar dengan mulut yang besar, tetapi tidak jelas jenis binatangnya.
Batak. Penari kedua dari kanan penonton pada lajur tengah dari rakitan bedhaya gaya yogyakarta. Bersama endhel pajeg, penari batak memegang peranan penting dari cerita yang dibawakan oleh bedhaya. Pada bedhaya yang menceritakan Srikandhi Meguru Manah, penari Batak inilah yang berperan sebagai Srikandhi, sedangkan penari endhel pajeg berperan sebagai Arjuna.
Beber. (1) Jenis wayang yang cara pertunjukannya membentangkan kain yang telah digambari dengan gambar-gambar wayang dan telah dibri warna, mengambil cerita dari siklus Panji. Wayang beber sekarang masih terdapat di Desa Panung daerah Pacitan, jawa Timur. (2) Cara menawarkan di dalam pertunjukan gamelan ngamen dengan membunyikan kendhang sedemikan rupa agar diketahui oleh khalayak ramai agar menanggapnya.
Bedhah Bumi. Penari ngibing pertama pada tari tayub, biasanya pada upacara bersih desa yang mengawali menari ngibing adalah tuan rumah penyelenggara. Bedhah bumi mempunyai arti simbolis, yaitu melakukan persetubuhan, bedhah berarti membuka (njebol) yatitu penari putranya, sedang bumi artinya tanah yaitu penari putrinya.Upacara itu merupakan simbol kesuburan tanah pada waktu bersih desa sesudah panen.
Begalan. (1) Kesenian rakyat yang banyak berkembang di daerah BAnyumas. Kesenian rakyat berisikan wejangan –wejangan, sehingga pertunjukannya sering untuk meramaikan pesta perkawinan. Pertunjukan ini yang dipentingkan dialognya, sedang gerask tarinya sederhana dan sifatnya spontan yang dipengaruhi gerakan tari Jawa dan tari Sunda. Isi ceritanya tidak jelas, hanya terdiri dari dua penari, yatitu sebagai pembegal dan yang dibegal, sebagai simbol antar kebaikan dan kejahatan . (2) Pada wayng kulit adalah perang kembang, yaitu perang yang terjadi setelah gara-gara, yakni perang antara seorang ksatria melawan seorang raksasa yang biasanya disebut buta begal.
Beksa Alus. Teknik tari putra halus gaya Yogyakarta yang dipergunakan untuk peranan-peran ksatria halus dari Mahabarata, Ramayana, Panji dan Darmawulan seperti Arjuna, Kresna, Rrama, Laksamana, Panji, Darmawulan dan lain-lain. Ciri khas tipe putera halus ialah posisi kaki terbuka rendah, langkah sedang, pengangkatan kaki rendah, posisi lengan agak terbuka, gerak-geriknya lambat kecuali pada gerak perang. Beksa alus, bahasa jawa Krama ( tinggi, halus) dari joged alus lazimnya dibawakan oleh laki-laki yang berperawakan sedang agak langsing.
Beksa Gagah. Teknik tari putera gagah gaya Yogyakarta yang dipergunakan untuk peranan-peranan ksatria gagah perkasa dari epos Mahabarata, Ramayana, Panji, Darmawulan dan sebagainya, seperti Bima, Baladewa, Rahwana, Klana, Sewandana, Menakjingga dan sebagainya. Ciri khas tipe putera gagah ialah posisi kaki terbuka agak cepat. beksa gagah, bahasa jawa Krama (halus, tinggi) dari Joged gagah lazimnya dibawakan oleh laki-laki yang berperawakan kokoh dan tinggi.
Bindi. (1) Senjata perang pada tari putera gagah Yogyakarta yang berupa alat pemukul yang berbentuk silinder. (2) tabuh (alat pemukul ) Bonang, Kethuk, Kempyang dan Kenong.
Bliu Tau. Cara belajarmemainkan salah atu instrumen gamelan misalanya rebab tetapi tanpa metode yang benar, umumnya hanya dengan mendengarkan kemudian menirukan.
Botoh. (1) Dua orang juru pemisah atau wasit pada tari Lawung gaya Yogyakarta yang berfumgsi sebagai pemberi aba kapan latihan perang dimulai dan berakhir serta memimpin jalannya latihan. Botoh menggunakan tipe tari putera gagah kalang kinantang raja. (2) Penjudi.
Bronjong Kawat. Sikap tangan seperti orang makan nasi tanpa menggunakan sendok maupun garpu, yaitu menggunakan jari-jari untuk mengambil makan. Sikap dilakukan agar nampak kaku.
Bugis. Komposisi tari berpasangan gaya Yogyakarta yang dibawakan oleh satu atau dua pasang penari, dengan menggunakan tipe tari putera gagah yang khas untuk Bugis yaitu bapang kentrong.Tari ini diperkirakan lahir di luar istana pada abad ke-19, menggambarkan prajurit-prajurit dari suku bugis dari Sulawesi Selatan yang sedang berlatih perang.
Buntil. Penari nomor 7 pada lajur tengah dari rakitan bedhaya gaya Yogyakarta.
Share on :
Istilah dan Pengetian Seni Pertunjukan Jawa Kelompok B
Istilah dan Pengetian Seni Pertunjukan Jawa Kelompok B
Reviewed by Robby Hidajat
Published :
Rating : 4.5

No comments:

Post a Comment