Mengenal Unsur-Unsur Keindahan Dalam Seni Tari

Posted on 374 views

Seni tari adalah sebuah seni yang mengandalkan gerakan tubuh sebagai media seni dengan tampilan gaya yang unik dan mempunyai irama yang indah dan di iringi lantunan musik yang bisa meempermudah gerakan tarian sehingga penari tersebut mampu meluapkan pesan-pesan dalam tarian tersebut yang bisa dinikmati dengan baik oleh penonton yang ada, gerakan dalam seni tari memiliki bentuk yang banyak dan beraneka ragam dan semakin berkembang secara terus-menerus yang terus menghasilkan kreasi. Sama dengan halnya seni musik ataupun seni teater dan seni drama, seni tari biasanya berupa sebuah pertunjukan yang dilakukan diatas panggung.

Seni tari merupakan seni yang menghadirkan keindahan dalam gerak, tari juga merupakan cabang dari kesenian yang peranannya tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia dan kebudayaanya karena memiliki keterkaitan, dalam kelompok masyarakat tertentu kita sering menjumpai tarian yang digunakan sebagai bagian terpenting dalam suatu acara seperti upacara keagamaan misalnya ataupun upacara adat. Di negeri Indonesia sendiri mempunyai banyak berbagai macam model seni tari, setiap daerah pasti memiliki ragam tarin khas yang melambangkan keunikan budayanya masing-masing, sebagai contoh ada tari saman yang asalnya dari Aceh ataupun tari jaipong dari Jawa Barat.

Sama seperti kesenian yang lain, seni tari juga mempunyai unsur-unsur yang harus di pelajari agar pertujukan dapat dibawakan dengan sangat baik. Dalam seni tari ada empat unsur yang memang harus bisa dijalankan yaitu diantaranya wiraga, wirama, wiras, dan juga wirupa, keempat unsur ini disebut unsur-unsur keindahan dalam dunia seni tari.

  1. Wiraga (Gerak)

Dalam seni tari gerak atau disebut juga dengan wiraga adalah suatu unsur yang paling pokok, bila tidak ada gerak maka tidak bisa disebut sebagai tari, karena media seni tari itu sendiri adalah suatu gerakan. Gerak meliputi gerakan tubuh dari kaki sampai kepala, semua anggota tubuh yang bisa digerakkan maka itu bisa dikatakan gerakan tari, asalkan gerakan tersebut memiliki konsep dan makna. Gerak akan menjadi sebuah ciri khas tersendiri dari watak tokoh yang akan dimainkan nantinya, sebuah Gerak yang ditata dengan rapi untuk disesuaikan dengan karakter tokoh yang dibawakan penari yang nantinya akan lebih mempertegas semua karakter tokoh yang ada yang akan dimainkan melalui sebuah gerak tari.

Dalam seni tari perlu dipahami bahwa gerak dibagi dalam dua macam, dilihat dari hasil pengolahan dari suatu gerakan yang telah mengalami sitisasi atau distorsi. Yang pertama adalah Gerak gerak tari yang sifatnya gerak murni dan kedua adalah gerak tari yang sifatnya itu maknawi, berikut merupakan penjelasan mengenai 2 macam gerakan dalam seni tari:

Gerak Murni

Gerak murni merupakan suatu hasil gerak tari yang berasal dari pengolahan gerak wantah yang tidak begitu mempertimbangkan suatu  makna dari gerak tari tersebut. Sebagai pertimbangan akan dinilai dari segi keindahan gerak tari nya saja. Misalnya gerak-gerak pemutar tangan pada pergelangan tangan, atau gerakan berdecak pinggang seperti biasa ada dalam tarian jawa, dan sebagainya.

Gerak Maknawi

Gerak maknawi adalah suatu gerak wantah yang telah dikemas menjadi suatu gerakan tari yang sudah mengandung suatu makna yang juga mencakup keindahanya. Sebagai contoh dalam tarian merak disana kita bisa melihat dengan jelas ada beberapa gerakan yang melambangkan kegiatan seekor burung merak yang sedang terbang.

  1. Wirama (Irama)

Irama memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu pertunjukan tari, irama menjadi poin penting karena fungsinya sebagai pengatur gerakan penari dalam melakukan gerakan tarian agar lebih leluasa, irama sering kali dijadikan sebagai tolak ukur gerakan dalam menari dan juga digunakan untuk bisa memperkuat dan memperjelas gerakan dari seorang penari sehingga menghasilkan gerakan yang enak dipandang dan beraturan. Biasanya irama tersebut dihasilkan dari instrumen musik yang diselaraskan dengan karakter tokoh yang diperankan oleh penari. Alat-alat musik yang dipakai dalam pertujukan seni tari biasanya berupa instrumental yang ditampilkan secara langsung maupun versi rekaman yang sudah ada, selain memakai instrumen irama yang dapat mengiringi sebuah tarian dipertunjukan tersebut juga bisa saja dihasilkan dari berbagai bunyi-bunyian yang unik seperti tepuk tangan, hentakan kaki, petikan jari, siulan, jeritan, maupun senandung, irama semacam ini biasa disebut sebagai musik internal dalam sebuah pentas tari.

  1. Wirasa (Perasaan)

Dalam mengutarakan pesan tarianya, jelas seorang penari tidak akan sembarangan dengan melakukan gerakan tarianya, penjiwaan dalam menari adalah sebuah keharusan yang harus dipegang teguh, setiap gerakan tentu mempunyai nyawanya sendiri dan gerakan tersebut bisa menjelaskan bagaimana ekspresi dan perasaan tarian yang akan dibawakan. misalnya ketika seorang penari membawakan tarian tentang kemarahan maka bukan hanya menampilkan gerakan yang keras melainkan sepaket dengan mimik wajah yang juga beramarah, begitu pula seperti tarian jawa yang menampilkan khas tarian yang begitu lembut dan mengungkapkan sosok karakter tersebut.

Unsur wirama ini akan terlihat sangat luar biasa jika ditambah lagi dengan perasaan dan pendalaman karakter seseorang yang begitu menjiwai sehingga masuk dalam suasana perasaan tertentu,dan dipadukan dengan irama yang selaras juga akan menambah penjiwaan lebih dalam dari tarian yang dibawakan misalnya dengan tambahan lantunan musik yang lembut ketika membawakan tarian yang bernada sedih, dan lantunan musik meriah dan bersemangat ketika membawakan tarian yang gembira dan ceria sehingga membuat penikmat menjadi larut dalam suasana dan ikut bahagia.

  1. Wirupa (Wujud)

Ketika suatu gerakan, irama, serta penjiwaan di padukan maka akan menjadi sebuah bentuk seni tari yang sangat lengkap, akan tetapi bila seorang penari topeng hanya menggunakan pakaian yang ada saja maka kemungkinan akan berkurang separuh dari keindahan tarian yang dibawakanya. Jadi wirupa atau wujud dari seorang penari sangatlah penting kedudukannya dalam tampil di pementasan seni tari. Wirupa merupakan sekumpulan perlengkapan yang harus dibawa berupa riasan, kostum, aksesoris penunjang lainnya yang nantinya dipakai penari saat kegiatanya dalam menyampaikan tarian. Pada umumnya apa yang dipakai oleh seorang penari harus bisa menggambarkan karakter tokoh yang dibawakan nantinya, tampilan tersebut dapat diwujudkan melalui penataan busana dan tata rias penari. Sebagai contoh tarian reog tidak akan bisa mendapatkan nyawanya sebagai rog apabila tidak menggunakan kostum yang lengkap dengan reog yang diletakkan dikepala penari, atau tarian bali akan sedikit terasa hambar apabila tidak didampingi dengan penampilan seorang gadis bali yang tampil dengan menggunakan riasan mata besar dilengkapi sepucuk bunga yang diletakkan ditelinganya.

Dari ke empat unsur-unsur keindahan seni tari yang telah dijelaskan maka bisa dipastikan seorang penari akan mampu menampilkan pertunjukan tari yang hebat ketika penari tersebut sudah berhasil memadukan antara sebuah gerakan dengan  irama musik, penjiwaan, dan penampilan yang menggambarkan karakter yang dibawakan.

Demikian penjelasan secara detail mengenai apa saja unsur-unsur keindahan yang ada dalam pertunjukan seni tari yang sebenarnya, semoga informasi diatas dapat menjadi pengetahuan tambahan dan jadi bahan pembelajaran untuk bisa memaksimalkan kegemaran anda dalam menari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *